Negeri Astinapura : Laporan Telik Sandi


Tergopoh-gopoh sang Telik sandi menghadap tuanku Maharaja negeri Alengka

"Ada apa, sang telik sandi.. Kabar apa yang hendak engkau sampaikan.. Sampai nafasmu terburu-buru".. Ujar Maharaja heran..

"Daulat, tuanku.. Mengapa negeri Alengka menyambut Raja dari negeri Awan begitu meriah, begitu lama ? Tidak ada satupun negeri yang disambut begitu mulia ? Tanya sang Telik sandi heran...

"Hmm.. Besok engkau sampaikan kepada Sang Punggawa istana dan seluruh rakyat negeri Alengka.. "

"Raja negeri awan membawa kepingan emas. membangun jalan-jalan untuk dilalui rakyat negeri Alengka.. Membawa sayur-sayuran agar dapat dinikmati oleh rakyat". Kata sang maharaja sambil tersenyum..

"Selain itu, para resi yang mengaku resi istana dapat menambah ilmu kebatinan dengan resi negeri Awan.. Sekalian saya ingin mengetahui bagaimana dengan para resi yang cuma mengaku resi.. Apakah sang raja mau menemuinya.. Demikian". Sambung Sang Maharaja..

"Daulat, tuanku". Angguk sang telik sandi sambil keluar istana..

Sepanjang jalan menuju kerumunan pasar, sang telik kemudian merenung.. Kabar dari kerumunan pasar yang melihat sang resi palsu mengaku resi istana namun sang raja negeri awan enggan menemuinya.. Akhirnya sang telik sandi kemudian cuma bergumam.. "Ah. cuma kabar burung".
Memoar
Memoar Catatan yang disampaikan adalah cerita yang bisa dibaca..