Negeri Astinapura : Punggawa kerajaan Alengka

 


Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dilangit. Suaranya memekakkan telinga. Terdengar hingga ke Balairung Istana. 


Para punggawa kerajaan kemudian menjadi gundah. Apakah para dewata menunjukkan kemarahannya. Sehingga suara dari Langit terdengar begitu bergemuruh. 

Sang telik sandi kemudian bergegas ke Balairung Istana Astinapura. Tergopoh-gopoh. Langkahnya cepat sembari berkelebat dengan angin. 


“Tuanku. Ada utusan dari negeri Alengka. Apakah tuanku berkenan menerimanya ?”, tanya sang telik sandi. 


Sang Raja Astinapura tersenyum. Sembari berkata “Wahai telik sandi. Utusan Negeri Alengka yang hendak datang ke Istana astinapura hendak memastikan. Siapakah yang mencuri kepingan emas dari brangkas Istana”, sambut sang Raja Astinapura. Lagi-lagi sang raja tersenyum melihat polah dari Sang Telik Sandi. 


“Persilahkan dia masuk”, titah Sang Raja Astinapura. 


“Baiklah, tuanku”, sembah sang telik sandi. Menjemput utusan negeri Alengka. 

Memoar
Memoar Catatan yang disampaikan adalah cerita yang bisa dibaca..