Negeri Astinapura : Muslihat Para Sengkuni

 


Syahdan. Ditengah malam, ketika penduduk negeri Astinapura mulai beranjak ke peraduan, ditengah istana Astinapura, berkumpullah para sengkuni. Mengatur siasat merebut mahkota Raja Astinapura. 

Terlihat duduk mengeliling para sengkuni, para adipati yang Setia kepada Adipati yang kaya. Yang rela mengumpulkan kepingan emas menguasai istana Astinapura. 


“Daulat, tuanku Sengkuni. Apa yang mesti kita persiapkan untuk memasuki gelanggang di alun-alun dua purnama yang akan datang”, kata sang Adipati. Wajahnya bersih. Sama sekali tidak terlihat muka letih. Setelah seharian keliling negeri Astinapura. 


“Siapkan kepingan emas. Buat kecil-kecil. Sebarkan ke Tengah Rakyat Astinapura. Mereka sudah lama tidak ke Sawah. Dedemit yang menyerang Istana Astinapura membuat mereka takut keluar rumah”, titah Sang sengkuni cerah. Wajahny berser-seri. Terbayang kepingan emas akan diraih pabila adipati berkuasa di Istana Astinapura. 


“Daulat, tuanku. Akan hamba siapkan kepingan emas. Akan hamba taburkan ke kampung-kampung di negeri astinapura”, katanya cerah. Wajahnya berseri-seri. Terbayang meraup kepingan emas yang akan diambilnya dari Istana Astinapura. 


“Segera laksanakan titahku. Jangan menunggu esok hari. Selagi rakyat negeri Astinapura sedang terbuai mimpi. Taburkan kepingan emas didepan rumahnya. 


Esok hari ketika terbangun, mereka akan melihat engkau sebagai dermawan”, titah sang sengkuni. 


“Daulat, tuanku. Hamba bergegas”, katanya sembari menghaturkan sembah. 

Memoar
Memoar Catatan yang disampaikan adalah cerita yang bisa dibaca..