Negeri Astinapura : Kerumuman ditengah pasar

 


Terdengar suara canang berbunyi ditengah kerumuman pasar. Menabuhkan gong Kecil sebagai panggilan untuk berkumpul. 


“Wahai, para Rakyat Astinapura. Yang lagi digunung. Turun, oi”, kata sang canang.. 

“teng.. teng.. teng’. 


“Ada titah Raja Astinapura. Hamba hendak mengabarkan”. 


“teng… teng.. teng’’. 


“Pertandingan memanah telah usai. Raja baru Astinapura pilihan Rakyat Astinapura telah memenangkan pertandingan..”


“Kalian semua yang menjadi penyaksinya. Pertandingan disaksikan oleh seluruh rakyat Astinapura”.. 


“Teng… teng.. teng’.


“Mulai saat ini, kembalilah kalian bekerja. Rapatkan barisan”.. 


“teng.. teng.. teng”. 


“Serangan dari dedemit masih berlangsung. Menyerang negeri Astinapura. Semoga Raja yang baru mampu mengeluarkan mantra untuk menghadang”.. 


“Konon Menurut telik sandi. Serangan negara api mulai lagi menyerang. Isi lumbung. Perketatkan perbatasan. Halau musuh yang menyerang negeri Astinapura”. 


“teng.. teng.. teng”. 


“Demikian titah sang Raja Astinapura. Semoga Dewata Agung dapat melindungi dan merestui negeri Astinapura”, kata sang canang. 

Memoar
Memoar Catatan yang disampaikan adalah cerita yang bisa dibaca..