Laporan Telik Sandi




Ketika sang Raja sedang bercengkrama dengan sang permaisuri tercinta di istana astinapura..

Datanglah tergopoh2 sang telik sandi dan sang pendakwa..

Melaporlah sang telik sandi..

"Ampun daulat tuanku.. Hamba hendak melaporkan.. Sang mahaguru di padepokan persilatan terkenal di negeri ini, dituduh m engambil kepingan emas dari pundi kas padepokan.. Begitu kabar yg mulia..

Terus ? Ujar sang raja kesal.. Mengganggu suasana cengkramanya..

"Bukan begitu !!! Kata sang pendakwa.. Sang mahaguru keterlaluan.. Masa kepingan emas diambil dari kas padepokan... " sang pendakwa sambil membantah..

Lalu ? Ujar Raja tdk sabar.. "Apa peristiwa sebenarnya.."

"Sang pendakwa keterlaluan.. Masa menghukum sang mahaguru dgn hukuman begitu lama.. Bukankah sang mahaguru org yg dihormati.. Menghasilkan para pendekar yg menjaga negeri ini.. Dan punggawa istana.. Jg menghasilkan mantra dan rapalan ajian yg dipakai istana.. Terlalu berat deritanya, tuanku'

" lalu berapa kepingan emas yg diambil dari kas padepokan ?"

"Cukup bnyk, tuanku.. Cukup beli gandum 12 purnama untuk negeri.. Apabila tdk dihukum dan Sang maharaja Alengka mengetahui,tuanku bisa dimarahi.. Bahkan mahkota bisa diambil"..

"Ya.. Hukumlah yg berat.. Agar mahkota tdk diambil Sang Maharaja Alengka.. Skrg pergilah dari hadapanku.."

"Siap, tuanku" ujar keduanya sambil beringsut pergi..
Memoar
Memoar Catatan yang disampaikan adalah cerita yang bisa dibaca..