Negeri Astinapura : Khianat Dubalang Raja


Syahdan. Terdengar suara murka Raja Astinapura. Mendengarkan laporan telik sandi yang mengabarkan kelakuan dubalang Raja. 

“Wahai, telik sandi. Berita apa yang hendak dikabarkan ?”, tanya sang Raja menahan murka. 


“Daulat, tuanku. Titah tuanku kepada dubalang Raja agar melaksanakan titah tuanku. Memastikan wilayah negeri dijaga pasukan di perbatasan sama sekali tidak dilaksanakan dubalang raja. Demikian kabar yang tersiar di seantero negeri Astinapura”, jawab sang telik sandi. Menunjukkan wajah yang sedikit menahan murka. 


Tangannya terkatup didepan dada. Tanda bakti kepada Raja Astinapura. 


Terbayang murka raja terhadap kelakuan para dubalang Raja. 


“Mengapa para dubalang raja tidak melaksanakan titahku ?”, tanya sang raja heran. 


“Apakah titahku tidak terdengar jelas para dubalang raja”, lagi-lagi sang Raja menunjukkan murkanya. Wajahnya memerah. Menahan murka. 


“Khianat kepada Titahku, khianat kepada Raja. Sungguh tidak pantas sang dubalang Raja mengemban tugas. 


“Para mantri dan punggawa kerajaan. Mulai keesokan harinya, ambil jubah kebesaran dubalang Raja. Sekalian tembok dan umbul-umbul istana. 


“Agar tidak disalahgunakan para dubalang Raja”, titah sang Raja. Sembari meninggalkan balairung Istana. 


“Daulat, tuanku. Titah tuanku akan hamba tunaikan”, kata yang hadir. Wajah mereka menundukkan ke Lantai balairung Istana. Tidak berani mengadahkan ke hadapan sang Raja. 

Memoar
Memoar Catatan yang disampaikan adalah cerita yang bisa dibaca..